Diet Untuk Usia Lanjut


Sudah Diet Tapi Masih GAGAL?
Konsultasikan Masalah Anda ke :
SMS/WA/Telp :
0813-3340-4676 / PIN 535D7684

rd

Kebutuhan gizi saat seseorang memasuki masa lansia berubah drastis bila dibanding saat usia dewasa. Oleh sebab itu, orang pada usia lanjut perlu memperhatikan kebutuhan gizi-nya. Karena pada usia lanjut terjadi perubahan pada fungsi fisiologis tubuh dan sistem metaboliknya yang mempengaruhi banyak hal termasuk kebutuhan gizi yang menunjang status gizi. Secara singkat, pengaturan diet pada usia lanjut bertujuan agar yang bersangkutan tetap dapat berproduktivitas tinggi.

Protein

Total otot manusia pada usia muda mencapai 30-35% dari berat badan, bahkan pada beberapa orang (terutama yang rajin berolahraga) mencapai 45%. Ketika mencapai usia lanjut, jumlah ini kemudian turun menjadi <27%. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan signifikan pada jalur metabolisme dan kebutuhan tubuh akan protein.
Kebutuhan protein pada orang dengan usia ˃50 tahun biasanya hanya 0,8 gr/kg berat badan, tetapi ada juga yang merekomendasikan hingga 1,2 gr/kg bb.
Untuk orang usia lanjut sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang berasal dari protein berkualitas tinggi. Sumber protein terbaik adalah ikan, dan daging (hindari bagian lemak), dan cara mengolahnya yang baik adalah dengan di rebus atau di kukus, karena makanan yang direbus atau di kukus akan memecah kompleks protein menjadi lebih sederhana sehingga memudahkan sitem pencernaan untuk mencerna, khususnya pada orang usia lanjut.
Fungsi dari protein sangat banyak, kan tetapi yang terpenting adalah membantu proses regenerasi sel, karena pada usia lanjut tidak seperti ketika usia muda dulu; pada usia lanjut sel-sel sangat rentan menjadi rusak, dan protein membantu memelihara regenerasi sel.

Karbohidrat

Pada usia lanjut kebutuhan akan karbohidrat berkisar 45 – 60% dari total energi, dan sebaiknya karbohidrat kompleks (misalnya pati, dan lain-lain). Beberapa penelitian menganjurkan 130gram/hari untuk mereka yang berusia ˃ 70 tahun. Konsumsi gula, soft drink, dan makanan yang mengandung pemanis serta pengawet sudah harus dihapuskan dari menu makanan.
Utamakanlah makanan yang ber-index glikemik rendah, misalnya makanan beras merah, roti putih, gandum, getuk, dan buah-buahan kaya serat. Makanan dengan indeks glikemik rendah ini dapat menjaga agar kadar glukosa dalam tubuh tetap terjaga.
Makanan dengan indeks glikemik rendah memberikan rasa kenyang lebih lama, hal ini baik bagi orang lanjut usia.

Lemak

Banyak anggapan yang mengatakan bila sudah usia lanjut sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang berlemak, padahal pada usia tersebut tidak ada masalah untuk mencerna lemak yang dikonsumsi. Karena lemak juga dibutuhkan oleh orang usia lanjut, seperti misalnya untuk memberikan energi jangka panjang, memberikan rasa kenyang yang lama, membantu aktivasi hormon-hormon, menjaga suhu tubuh, melindungi sel-sel tubuh, dan mengangkut vitamin larut lemak ke seluruh tubuh.
Lemak baru akan berbahaya bila orang tersebut memiliki faktor risiko yang bisa menyebabkan munculnya penyakit. Misalnya, usia lanjut tapi menderita obesitas sentral atau obesitas berat, riwayat aterosklerosis, atau penyakit jantung, dan lain-lain.
Pada usia lanjut, kebutuhan lemak yang di rekomendasikan adalah sekitar 25% dari total kebutuhan energi; konsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 10%, dan total kolesterol < 200 mg/hari.
Sumber lemak jenuh misalnya makanan yang bersantan, susu tinggi lemak, daging babi, minyak kelapa, sedangkan sumber kolesterol selain makanan-makanan tersebut adalah jeroan, telur, mentega, otak, dan lain-lain.

Orang-orang lanjut usia yang dirawat di rumah sakit karena kekurangan gizi memiliki kadar albumin yang rendah, sangat kurus, pucat, atau pun berat menopang tubuhnya sendiri. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini antara diantaranya:

  • Hilangnya nafsu makan akibat berkurangnya kemampuan indera perasa dan penciuman
  • Masalah pada sistem pencernaan yang telah berlangsung cukup lama
  • Kehilangan lemak tubuh akibat proses penuaan

Solusi:

  • Harus memperhatikan aspek-aspek pemenuhan gizi makro (karbohidrat, lemak, dan protein), dan juga kebutuhan akan serat, vitamin, dan mineral-mineral utama (kalsium, magnesium, fosfor, zink, dan lain-lain). Dan yang terutama zink, mineral harena zat-zat ini akan mempercepat penyembuhan penyakit pada orang lanjut usia.
  • Konsumsi vitamin dan melakukan perawatan dan memelihara kondisi tubuh saat sehat.
Share MeShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0