Jenis Olahraga Yang Cepat Menurunkan Berat Badan


Sebelum membahas mengenai olahraga, anda harus memahami dengan baik istilah “metabolisme” dan mengapa metabolisme memiliki peran sangat penting dalam setiap program penurunan berat badan. Metabolisme adalah semua hal yang dilakukan tubuh yang mengubah makanan menjadi energi. Beberapa orang memiliki metabolisme yang lebih cepat daripada yang lain.

Beberapa hal yang mempengaruhi tingkat kecepatan metabolisme merupakan hal yang tidak dapat dikontrol, seperti usia, jenis kelamin, dan gen oleh karena itu fokuslah pada apa yang benar-benar dapat membuat perbedaan: olah raga.

Setelah memahami metabolisme, terdapat 2 kata kunci lagi yang sangat penting untuk anda pahami yaitu “sel otot” dan “sel lemak”. Sel-sel otot membutuhkan banyak energi, ini berarti mereka membakar banyak kalori. Sel otot membakar lebih banyak kalori daripada sel lemak, bahkan ketika Anda sedang tidak berolahraga. Jadi waktu yang Anda habiskan untuk berolahraga menuai manfaat lebih lama bahkan setelah Anda berhenti berkeringat.

Olah raga menjadi lebih penting saat Anda bertambah tua. Massa otot akan berkurang seiring bertambahnya usia, yang mengakibatkan metabolisme semakin lambat (menurun). Berolah raga akan membentuk sel otot sehingga dapat mencegah turunnya metabolisme tubuh.

Tips untuk menambah masa sel otot agar metabolism meningkat:

1. Tambahkan Porsi Olah Raga.
Aerobik jenis apa saja, apakah itu berlari atau melakukan Zumba, keduanya dapat membakar kalori. Tingkatkan intensitasnya, maka tubuh akan membakar lebih banyak kalori.

Cobalah melakukan interval. Anda dapat melakukan dua olah raga tadi digabungkan dengan olah raga cardio apa saja. Intinya adalah: berselang seling antara olah raga dengan intensitas yang lebih tinggi dan lebih rendah. Hal ini bisa menjadi hal yang sangat menantang dan menarik, mulai dari gerakan yang lambat dan kemudian kembali ke cepat, lalu ulangi.

Contohnya, lakukan lompat tali sebanyak yang Anda bisa selama 1 menit, lalu jalan di tempat selama 2 menit. Ulangi selama 15 menit.

2. Angkat Beban.
Sel otot membutuhkan lebih banyak kalori daripada sel lemak, memperkuat otot-otot menjadikan Anda seperti mesin yang membakar kalori secara efisien, bahkan saat sedang beristirahat sekalipun.

Dua kali seminggu, lakukan satu atau dua set latihan beban dari 12 sampai 15 pengulangan (repetisi) pada setiap kelompok otot utama (abs, bicep, paha depan)

k

Bila hal itu dilakukan, maka Anda tidak saja memperbaiki metabolisme tubuh saja—akan tetapi jantung, tulang, dan bahkan suasana hati Anda juga mendapatkan manfaatnya. Sangat bermanfaat bagi semuanya.

 

 

Apakah diet ketat dapat mendorong penurunan berat badan menjadi lebih cepat?

Saat Anda memulai melakukan diet, berat kandungan air dalam tubuh adalah hal pertama yang harus diperhatikan. Jika Anda kehilangan lebih dari 1 kg dalam seminggu, itu artinya Anda kehilangan sel lemak dan sel otot. Kondisi seperti ini tidaklah baik karena otot merupakan faktor terbesar yang mengendalikan metabolisme tubuh. Jika massa otot berkurang, maka metabolisme tubuhpun akan menurun. Itulah sebabnya mengapa beberapa diet tidak berhasil menurunkan berat badan seseorang. Disarankan untuk menurunkan berat badan secara perlahan dan bertahap, misalnya dengan menurunkan 0,50 kg sampai 1 kg per-minggunya.

Jadi, apakah diet ketat dapat mendorong penurunan berat badan menjadi lebih cepat? Jawabannya adalah “Tidak Selalu”. Selain dikarenakan metabolism yang menurun akibat kehilangan sel otot, diet ketat akan secara otomatis memberikan sinyal kepada tubuh utk “memperlambat metabolisme” di karenakan tubuh sedang kekurangan asupan makanan utk sumber energi. Oleh karena itu salah satu kunci utama keberhasilan program penurunan berat badan yaitu ada di metabolisme tubuh yang baik.

Share MeShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0